Tips Sukses Perencanaan Pendakian

Advertisemen
Info Paguci - Banyak kegiatan petualangan alam yang bisa kita lakukan di alam bebas seperti mendaki gunung, kemping dan hiking. Kegiatan-kegiatan tersebut memang mengasikan bagi sebagian orang, terutama bagi sobat para pecinta alam dan para penggiat alam bebas lainnya. Namun tidak selamanya kegiatan tersebut mengasikan faktanya banyak pula pendaki gunung yang dalam pendakiannya malah mendapatkan musibah. Alih-alih ingin mendapatkan sesutu yang menarik, menikmati keindahan alam dan bersenang-senang eh malah terkena musibah seperti kecelakaan, tersesat, kehabisan perbekalan bahkan yang paling parah meninggal, ada pula beberapa pendaki gunung yang hilang dan tidak bisa ditemukan hingga saat ini. Ngeri memang bila terjadi hal tersebut, dan pastinya semuanya merupakan hal yang paling tidak diinginkan oleh para pendaki gunung. Namun tidak perlu takut karena postingan kali ini yaitu tentang mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan dengan mempelajari dan memahami manjemen perjalanan.


Sering kali terjadi kecelakaan dalam kegiatan di alam bebas yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penggiat alam tersebut. namun sesungguhnya hal ini dapat dihindari dengan  membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan  sehingga para penggiat alam bebas mempunyai kemampuan yang memadai. Salah satunya dengan manajemen perjalanan.

Perencanaan perjalanan. kunci sukses perencanaan perjalanan yaitu melalui perencanaan tersebut sedini mungkin. Hal-hal yang perlu diketahui dalam perencanaan perjalanan yaitu:
  • Petualangan alam bebas secara garis besar di bagi menjadi 3 fase, :
  • Pra kegiatan
  • Pelaksanaan kegiatan
  • Paska kegiatan
  • Pra kegiatan
  • Perencanaan perjalanan maksud tujuan dan target perjalanan ini adalah awal dari rangkaian kegiatan yaitu menentukan maksud perjalanan dan tujuan lokasinya serta target yang akan di capai.
  • Perjalanan waktu dan tempat
  • Pengumpalan data lokasi kegiatan seperti : letak geografis, medan, budaya lokal, keamanan, cuaca, iklim dll.
  • Perencanaan logistic, perlengkapan dan perbekalan.
  • Pelaksanaan kegiatan
  • Pembagian tugas dan kerjasama tim
  • Manajemen perlengkapan dan perbekalan
  • System komando, komunikasi dan  rescue
  • Dokumentasi kegiatan
  • Pasca kegiatan
  • Laporan kegiatan, evaluasi kegiatan  
Setelah melakukan hal-hal tersebut maka kita kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik akan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik akan berdampak baik pula terhadap kegitan yang akan kita lakukan. 

Ingin Pendakian Aman Dan Selamat Fahamilah Mountenering 
Aktivitas mendaki gunung lagi merupakan suatu kegiatan yang langka, artinya tidak lagi hanya dilakukan oleh orang tertentu (yang menamakan diri sebagai kelompok Pencinta Alam, Penjelajah Alam dan semacamnya). Melainkan telah dilakukan oleh orang-orang dari kalangan umum. Namun demikian bukanlah berarti kita bisa menganggap bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas mendaki gunung, menjadi bidang ketrampilan yang mudah dan tidak memiliki dasar pengetahuan teoritis. Didalam pendakian suatu gunung banyak hal-hal yang harus kita ketahui (sebagai seorang pencinta alam) yang berupa : aturan-aturan pendakian, perlengkapan pendakian, persiapan, cara-cara yang baik, untuk mendaki gunung dan lain-lain. Segalanya inilah yang tercakup dalam bidang Mountaineering. Mendaki gunung dalam pengertian Mountaineering terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu :
  1. Berjalan (Hill Walking) Secara khusus kegiatan ini disebut mendaki gunung. Hill Walking adalah kegiatan yang paling banyak dilakukan di Indonesia. Kebanyakan gunung di Indonesia memang hanya memungkinkan berkembangnya tahap ini. Disini aspek yang lebih menonjol adalah daya tarik dari alam yang dijelajahi (nature interested)
  2. Memanjat (Rock Climbing)  Walaupun kegiatan ini terpaksa harus memisahkan diri dari Mountaineering, namun ia tetap merupakan cabang darinya. Perkembangan yang pesat telah melahirkan banyak metode-metode pemanjatan tebing yang ternyata perlu untuk diperdalam secara khusus. Namun prinsipnya dengan tiga titik dan berat dan kaki yang berhenti, tangan hanya memberi pertolongan.
  3. Mendaki gunung es (Ice & Snow Climbing)  Kedua jenis kegiatan ini dapat dipisahkan satu sama lain. Ice Climbing adalah cara-cara pendakian tebing/gunung es, sedangkan Snow Climbing adalah teknik-teknik pendakian tebing gunung salju.Dalam ketiga macam kegiatan di atas tentu didalamnya telah mencakup : Mountcamping, Mount Resque, Navigasi medan dan peta, PPPK pegunungan, teknik-teknik Rock Climbing dan lain-lain.
Langkah-Langkah Dan Prosedur Pendakian 
Umumnya langkah-langkah yang biasa dilakukan oleh kelompok-kelompok pencinta alam dalam suatu kegiatan pendakian gunung meliputi tiga langkah, yaitu :

1.Persiapan Yang dimaksud persiapan pendakian gunung adalah :
Menentukan pengurus panitia pendakian, yang akan bekerja mengurus : Perijinan pendakian, perhitungan anggaran biaya, penentuan jadwal pendakian, persiapan perlengkapan/transportasi dan segala macam urusan lainnya yang berkaitan dengan pendakian.
Persiapan fisik dan mental anggota pendaki, ini biasanya dilakukan dengan berolahraga secara rutin untuk mengoptimalkan kondisi fisik serta memaksimalkan ketahanan napas. Persiapan mental dapat dilakukan dengan mencari/mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga timbul dalam pendakian beserta cara-cara pencegahan/pemecahannya.

2. Pelaksanaan Bila ingin mendaki gunung yang belum pernah didaki sebelumnya disarankan membawa guide/penunjuk jalan atau paling tidak seseorang yang telah pernah mendaki gunung tersebut, atau bisa juga dilakukan dengan pengetahuan membaca jalur pendakian. Untuk memudahkan koordinasi, semua peserta pendakian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
Kelompok pelopor
Kelompok inti
Kelompok penyapu 
Masing-masing kelompok, ditunjuk penanggungjawabannya oleh komandan lapangan (penanggung jawab koordinasi).Daftarkan kelompok anda pada buku pendakian yang tersedia di setiap base camp pendakian, biasanya menghubungi anggota SAR atau juru kunci gunung tersebut.Didalam perjalanan posisi kelompok diusahakan tetap yaitu : Pelopor di depan (disertai guide), kelompok inti di tengah, dan team penyapu di belakang. Jangan sesekali merasa segan untuk menegur peserta yang melanggar peraturan ini.Demikian juga saat penurunan, posisi semula diusahakan tetap. Setelah tiba di puncak dan di basecamp jangan lupa mengecek jumlah peserta, siapa tahu ada yang tertinggal.

3. Evaluasi
Biasakanlah melakukan evaluasi dari setiap kegiatan yang anda lakukan, karena dengan evaluasi kita akan tahu kekurangan dan kelemahan yang kita lakukan. Ini menuju perbaikan dan kebaikan (vivat et floreat).

Persiapan Mendaki Gunung 
  • Pengenalan Medan  

Untuk menguasai medan dan memperhitungkan bahaya objek seorang pendaki harus menguasai menguasai pengetahuan medan, yaitu membaca peta, menggunakan kompas serta altimeter.Mengetahui perubahan cuaca atau iklim. Cara lain untuk mengetahui medan yang akan dihadapi adalah dengan bertanya dengan orang-orang yang pernah mendaki gunung tersebut. Tetapi cara yang terbaik adalah mengikut sertakan orang yang pernah mendaki gunung tersebut bersama kita. 
  • Persiapan Fisik  

Persiapan fisik bagi pendaki gunung terutama mencakup tenaga aerobic dan kelenturan otot. Kesegaran jasmani akan mempengaruhi transport oksigen melelui peredaran darah ke otot-otot badan, dan ini penting karena semakin tinggi suatu daerah semakin rendah kadar oksigennya. 
Persiapan Tim  
Menentukan anggota tim dan membagi tugas serta mengelompokannya dan merencanakan semua yang berkaitan dengan pendakian. 
Perbekalan dan Peralatan

Bahaya Di Gunung 
Dalam olahraga mendaki gunung ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu pendakian. 
  • Faktor Internal

Yaitu faktor yang datang dari si pendaki sendiri. Apabila faktor ini tidak dipersiapkan dengan baik akan mendatangkan bahaya subjek yaitu karena persiapan yang kurang baik, baik persiapan fisik, perlengkapan, pengetahuan, ketrampilan dan mental. 

  • Faktor Eksternal 

Yaitu faktor yang datang dari luar si pendaki. Bahaya ini datang dari objek pendakiannya (gunung), sehingga secara teknik disebut bahaya objek. Bahaya ini dapat berupa badai, hujan, udara dingin, longsoran hutan lebat dan lain-lain.Kecelakaan yang terjadi di gunung-gunung Indonesia umumnya disebabkan faktor intern. Rasa ke ingintahuan dan rasa suka yang berlebihan dan dorongan hati untuk pegang peranan, penyakit, ingin dihormati oleh semua orang serta keterbatasan-keterbatasan pada diri kita sendiri.
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Info Paguci - All Rights Reserved - Distributed By Artworkdesign - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger