Wednesday, April 26, 2017

April 26, 2017
Info Paguci - Cibeureum merupakan sebuah kawasan hutan pinus dimana didalamnya terdapat sebuah danau kecil tersembunyi yaitu Situ Cibeuereum. Situ Cibeuerum merupakan sebuah obyek wisata alam berupa danau kecil yang berada diantara kaki Gunung Guntur tepatnya berada Desa Sukakarya Kecamatan Samarang Garut . Kawasan Cibereum berada di petak 21 dan 23 Resort serta merupakan wanawisata Resort Pemangkuan Hutan Tarogong BKPH Leles pada Perum Perhutani KPH Garut Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. lokasi tersebut dikelilingi oleh hutan alam dan hutan pinus. Lokasinya relatif dekat dengan tempat wisata yang lain, seperti lokasi Konservasi Elang Jawa yang dikelola BKSDA. Dilokasi ini terdapat 7 buah situ (danau) akan tetapi yang baru dilakukan pembukaan baru 2 lokasi situ. 
[Sumber Gambar: https://mulpix.com/instagram/garut_kota_indonesia.html]
Situ Cibeureum memang kalah populer jika dibandingkan dengan objek wisata lain seperi Curug Cihanyawar di Gunung Cikuray ataupun Kawah Papandayan di Gunung Papandayan. Namun meskipun demikian Situ Ciberem merupaka salah satu objek wisata Garut yang wijib kita kunjungi jika berwisata ke Garut. Situ Cibeuerem tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan karena lokasinya memang tersembunyi dibalik hutan Pohon Pinus. Kebanyakan yang datang pada hari libur terutama pada libur panjang. Ada beberapa tempat yang dijadikan obyek wisata dikaasan ini yaitu Camping Ground, Trek Downhill Mountain Bike, dan Pemandangan Alamnya yang asri. Akses transportasi dan akomodasi cukup mudah. Selain hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Garut, di sepanjang jalan mulai memasuki kawasan Tarogong Kaler sampai kota Kecamatan Samarang bahkan menuju lokasi, banyak terdapat hotel, penginapan, dan restoran. Sarana angkutan umum pun tersedia.

Situ Cibereum
Terdapat tujuh mata air yang ada di areal ini yaitu, Cibeureum, Cikole, Gunung Hileud, Cibuni larang, Curug Campaka, Gunung Ampel dan Gunung Masigit. Situ Cibeureum merupakan salah satu “Arboreteum” yang berfungsi sebagai pusat penelitian flora dan fauna. Arboretum Situ Cibereum merupakan satu dari tiga arboreteum yang ada di Indonesia. Situ Cibereum  di perkirakan sebagai danau purba ini,juga me menjadi tempat konservasi air. Debit airnya yang mencapai1.500 liter/ detik bisa mengairi areal persawahan di empat desa di Kecamatan Samarang seluas 900 hektar lebih. Terdapat beberapa fasilitas sepertri toilet dan saung-saung dipinggir situ untuk berteduh. Situ Cibeureum baru dibuka kembali sekitar 2002 lalu di bawah prakarsa Camat Samarang Aang merespon kesulitan warga sejumlah desa di Samarang yang kesulitan air bersih serta air untuk kebutuhan pertanian ketika itu.

Camping Ground Cibeureum
Di Situ Cibeureum terdapat sebuah lahan datar menyerupai lapangan yang cukup luas yang biasa dijadikan tempat untuk berkemah atau Camping Ground. Kawasan ini berada di tengah tengah kawasan dan dikelilingi Pohon Pinus. Di area Camping Ground terdapat beberapa fasilitas seperti Saung, Toilet serta mushola. Lokasi Camping Gound sangat strategis, lokasinya tidak terlalu jauh dari Kota Garut membuat kawasan ini seringkali dijadikan tempat mengadakan acara Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) oleh sekolah-sekolah lokal yang ada di Garut. Karena tempatnya yang luas serta lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan raya sehingga akses listrik pun bisa sampai di tempat ini. Hal ini membuat kawasan Camping Ground Situ Cibeureum dijadikan acara-acara seperti jambore berbagai kegiatan. Tempat ini seringkali dijadkan tempat Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) oleh beberapa Himpunan Pecinta Alam Garut. Tempat ini juga sering kali dijadikan tempat Out Bond dan sangat cocok untuk Point Ball.

Downhill Mountain Bike Cibereum
Selain dijadikan Camping Ground dikawasan Situ Cibereum juga bisa dijadakan tempat olahraga. Di Cibereum terdapat trek Trek Downhill Mountain Bike Downhill. Downhill merupaka sebuah kegiatan yang dilakukan dari tempat yang memiliki ketinggian tertentu dengan cara bersepeda dan menurun kebawah. Meski tidak terlalu extreme kawasan ini bisa dijadikan tempat latihan untuk pemula. Jadi untuk yang memiliki hobi memacu adrenaline dengan sepeda gunung , Downhill Mountain Bike Cibereum boleh kita coba. Kita bisa sehat dengan berolahrga sambil menikmati keindahan suasna alam Cibeureum.

Hutan Pinus Cibeuereum
Hutan Pinus disertai udara yang sejuk menjadi salah satu daya tarik dari Kawasan Situ Cibeureum. Dikawasan pinus sangat cocok untuk menghindari sejenak keramaian kota dengan. Hembusan angin yang, kemudian kicauan burung bernyanyi silih berganti serta araoma tanah dari hutan pinus menjadi obat ampuh untuk menghilangkan stres. Di lokasi ini bisa dibangun sebuah ekowisata yang edukatif tentang proses penyadapan getah Pohon Pinus, proses pemanenan tanaman kopi karena terdapat banyak tanaman kopi milik warga setempat yang ditanam di kawasan ini, serta cara pembuatan persemaian kayu.

Sejarah Situ Cibeuereum
Dulu pada zaman penjajahan, Situ Cibeureum dijadikan benteng pertahanan Belanda. Pada saat itu Kabupaten Garut memiliki danau indah yang terletak di antara kaki Gunung Guntur dan Gunung Masigit. Situ tersebut bernama Cibeureum. Sesepuh Situ Cibereum Empud, mengatakan, dari kisah para orangtua terdahulu bahwa di kawasan sekitar Danau Cibeureum digunakan sebagai tempat peristirahatan tuan-tuan Belanda. Karena sering digunakan sebagai tempat peristirahatan, maka kemudian dijadikan pula sebagai benteng pertahanannya.

Pada bulan Maret ahun 2003, Berawal dari keinginan warga yang hendak meneliti sumber air di kaki Gunung Guntur dan Gunung Masigit. Ketika itu yang terlihat di atas areal seluas 5 hektare adalah rimbunan pohon Kaso dan Saliara (Kaliandra). “Awalnya masyarakat tidak menyangka kalau kawasan tersebut adalah sebuah situ karena kawasan tersebut tertutup karena banyak ditumbuhi Tanaman Kaso dan Saliara.

Timbulah kecurigaan di masyarakat tentang tumbuhnya pohon kaso dan saliara yang tumbuh subur
itu dikawasan tersebut.  Untuk membuktikan kecurigaan, beberapa warga yang menelusuri kawasan tersebut langsung membabat kedua pohon itu. Hasilnya, ditemukan sebuah danau yang telah tertimbun ribuan bahkan jutaan kedua pohon itu. Kepastian adanya danau itu semakin jelas ketika pihak Kecamatan Samarang mengadakan perkemahan dan bakti sosial yang melibatkan sekitar 600 orang gabungan dari masyarakat setempat dan himpunan pecinta alam dari beberapa wilayah di Garut. Selama tiga hari, mereka melakukan pembukaan lahan hingga ditemukannya Situ Cibeureum.

Cara Untuk Bisa Sampai Di Situ Cibeureum
Situ Cibeureum dapat ditempuh dari Bandung melalui Banjaran-Pacet dengan jarak sekitar 50 kilometer. Selain itu Situ Cibeureum dapat juga ditempuh dari Bandung melalui Nagreg-Garut dengan jarak sekitar 60 kilometer.

Dari Luar Garut
Perjalanan dimulai dari Alun-alun Tarogong. Dari sini belok kiri menuju Jalan Raya Samarang. Jalan terus sejauh 3 kilometer hingga melewati Pom Bensin Malayu. Sebelum Pasar Samarang disebelah kiri ada sebuah gapura dan jalan kecil yang menuju Kamojang. Belok kiri mengikuti jalan tersebut kurang lebih sekitar  7 kilometer. Jalan terus melewati jalan pedesaan dengan jalan yang terus menanjak dengan waktu tempuh 20 menti dengan menggunakan kendaraan pribadi. Disebelah kiri jalan terdapat gerbang yang menuju Situ Cibeureum.

Memasuki gerbang utama kawasan Situ Cibeureum dari Jalan Raya Samarang-Kamojang, pengunjung akan disambut dengan pemandangan beragam jenis tanaman pada taman flora di areal Arboretum hulu DAS Cimanuk milik Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Tepat arah kiri selepas portal pos jaga/tiket masuk, terdapat arena perkemahan cukup luas sekitar 7 hektare. 

Mulai dari pos jaga itu pula, pengunjung dapat merasakan suasana alam hutan pinus nan sejuk diiringi kicauan berbagai jenis burung liar. Untuk mencapai lokasi Situ Cibeureum, dari sana pengunjung mesti menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer lagi. Namun tak usah khawatir, akses jalan terbilang mudah, bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi jalan terbilang cukup berat karena penuh tanjakan serta di beberapa bagian, kondisinya tidak beraspal melainkan lebih berupa jalan tanah berpasir. Bagi penghobi petualangan, hal itu malah menjadi tantangan sendiri yang mengasyikkan. Perjalanan berliku dan menanjak akan pupus begitu mendengar gemercik air tanda memasuki kawasan Situ Cibeureum dengan hawanya yang nyaman.

[Sumber: http://garutkab.go.id/pub/news/detail/13042-Situ-Cibeureum-Danau-Purba-nan-Eksotik.html]

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment