Tuesday, May 2, 2017

May 02, 2017
Info Paguci - Objek wisata alam yang paling banyak dimiliki Kabupaten Garut adalah curug atau air terjun. Salah satunya adalah Curug Cimandi racun atau Cibuni Racun.  Curug ini merupakan salah satu curug yang ada di Kecamatan Kadungora. Sama seperti halnya Curug Ciharus Dano Leles, Curug Cimandi Racun juga banyak dikunjungi wisatawan. Curug ini berada dikawasan seluas 988.602 Hektar, kawasan tersebut merupakan  tanah milik masyarakat Kampung Pasir Kunci danKampung Singkur serta berda di antara Desa Rancasalak, Desa Cikelet dan Desa Danu.
Curug Cimandi/Cibuni berada di ketinggian 1045 mdpl. Curug ini memiliki pemandangan yang indah air yang jernih serta udara yang sejuki. Curug dengan ketinggian 25 meter ini membentuk beberapa tingkatan curug dengan tingkatan lahan yang curam dengan batu-batu yang bedar. Air Curug Cibuni Racun ini berasal dari mata air Gunung Mandalawangi. Salah satu daya tarik dari curug ini. Jika dibandingkan dengan curug-curug lainnya seperti Curug Cihanyawar atau Curug Ngebul. Curug Cimandi Racun merupakan curug yang unik. Berbeda dengan curug lainnya curug ini tidak mudah untuk di kunjungi karena lokasinya yang berada di kawasan tanah adat masyarakat.Akses jalan menuju curug ini pun kurang bagus, namun disepanjang jalan kita dapat menikmatai panorama keindahan alam sekitar curug.

Setiap tempat atau Curug Di Garut meiliki sejarah penamann, dongeng dan legenda yang unik serta menarik untuk diketahui. Selain keindahan panorama alamnya Curug Cimandi Racun memiliki legenda yang beredar dimasyarakat tentang asal-usul penamaan tersebut yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Sejarah Penamann Curug Cimandi Racun/Cibuni Racun danLegenda Didalamnya
Sejarah penamaan Curug Cimandi Racun berasal dari sebuah legenda. Pada zaman dahulu ada sebuah kerjaan yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Kemudian kerajaan tersebut mengadakan seyembara dengan hadiah putri cantik tersebut. Sayembara tersebut diikuti oleh para jawara atau para jagoan silat dari sekitar wilayah kerjaan. para peserta sayembara mempertaruhkan nyawanya masing-masing dengan bertarung satu sama lain untuk meperebutkan sang putri. Diakhir sayembra tersisa dua jawara yang bertarung cukup lama. Kedu jawara tersebut mengeluarkan jurus-jurus terbaiknya untuk saling mengalahkan. Dan pertarungan pun berakhir imbang tidaka ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Singkat cerita, setelah pertarungan berkahir imbang ada seseorang yang tidak diketahui identitasnya yang membawa kabur sang putri. Putri tersebut dibawa ke curug kemudian diracun hingga tewas. Curug tempat diracunnya sang putri tersebut kemudian diberi nama Cimandi Racun.

Jika diambil dari arti kata "Cimandi" Ci artinya air dan mandi artinya mandi jadi bila diartikan artinya Air yang beracun. Namun tidak seperi namanya air disini sangat jernih dan menjadi sumber air bagi desa sekitar curug dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Itulah cerita legenda yang beredar di masyarakat tentang sejarah dan asal-usul penamaan Curug cimandi Racun.

Jalan Menuju Curug Cimandi Racun
Curug Cibuni Racun berjarak sekitar 5 Km dari terminal angkutan kota Kadongora atau sekitar 7 Km dari kota kecamatan, dan sekitar 23 Km dari pusat Kota Garut. Perjalanan dimulai dari Persimpangan Kiara Dodot di Kadungora. Dari arahGarut Belok ke kiri menuju jalan alternatif Bandung-Garut via Cijapati, begitu ebaliknya dari arah Nagreg belok kanan atau dari Bandung bisa menuju Garut melalui jalan Cijapati. Diawal perjalanan akses jalan cukup baik. Berkelok naik dan turun dengan jalan beraspal yang tidak lebar alias sempit. Tidak ada rambu-rambu atau petunjuk arah ke pintu masuk dari Jalan Cijapati. Jalan beton sebagai patokannya. terus jalan melewati jalan beton tersebut hingga ke ahkhir jalan. Disini kendaraan harus tidak bisa dilanjutakan dan harus diparkir dan dilanjutkan dengan berjalan kaki yang cukup jauh yaitu siktar 2 Km melewati jalan setapak lahan kebun warga sekitar. Diawal perjalanan, jalan setapak ini jalurnya cukup datar tidak terlalu menanjak. Kemudian jalanan akan berubah menjadi curam dan licin (Pada Musim Hujan) ketika mendekati lokasi curug. melewati jalan akses sejauh 500 m yang berbentuk foot trail, dan akhirnya menelusuri jalan setapak sejauh 300 m yang berbentuk foot trail dengan lapisan permukaan tanah berpasir.

Next
This is the most recent post.
Older Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment